Kategori
Fiqih Ibadah Zakat

Berapa Persen Sedekah Dari Gaji Bulanan?

Sebarkan Kebaikan!

Berapa Persen Sedekah Dari Gaji Bulanan?

Zakat penghasilan atau di sebut juga dengan zakat profesi adalah bagian dari zakat maal bagi yang berpendapat bahwa ia adalah wajib.

Dimana zakat wajib atas harta yang berasal dari penghasilan tetap/penghasilan dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah.

Berapa Persen Sedekah Dari Gaji Bulanan?

Ada berbagai pendapat para fuqaha tentang hukum zakat atas gaji bulanan,

Menurut kajian fiqih modern, ada dua pandangan dan mereka adalah sebagai berikut:

Pandangan pertama:

Zakat wajib jika gaji melebihi nisab yang sah secara syarí, tanpa menetapkan bahwa satu tahun telah berlalu (haul).

Dr. Muhammad Abu Zahra, Dr. Abd al-Wahhab Khalaf, Dr. Yusef al-Qaradawi, Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Penerbitan Fatwa di Kerajaan Arab Saudi, dan yang lainnya menganut pandangan ini.

Baca juga: Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Dalil nya dan hukum zakat penghasilan:

Para ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan beberapa dalil,

Dalil pertama :

Dan di antaranya nash umum tentang zakat, yang menunjukkan pengeluaran dari penghasilan yang baik, dan kewajiban zakat, dan gaji bulanan adalah termasuk di dalam nya.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ)

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu” (QS. Al-Baqarah : 267)

BACA JUGA:  Nisab Zakat Perak Adalah

Dalil kedua :

Secara akal, adalah bahwa Islam memerintahkan zakat buah-buahan pada pemiliknya ketika mereka mencapai lima wasq pada saat panen. 

Maka lebih utama lagi mengeluarkan zakat dari harta yang lebih banyak dari gaji bulanan.

Dalil ketiga :

Mereka (Para ulama) juga berdalil dengan pengukuran gaji bulanan di qiyaskan pada maal mustafad; Sehingga zakatnya diambil dari gaji bersih.

Dan maal musftafad adalah : harta untuk melengkapi harta yang belum mencapai nisab,

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki harta yang belum mencapai nisab, kemudian dia memiliki harta lain yang melengkapi harta tersebut sehingga tercapai lah nisab.

Para ulama mengqiyaskan gaji bulanan seperti maal mustafad sehingga hukum nya adalah seperti hukum harta yang telah mencapai nisab.

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Emas dan Perhiasan

Pandangan kedua:

Zakat tidak wajib atas gaji bulanan sampai setelah mencapai nisab, dan telah lewat satu tahun (haul).

Syekh Ibn Utsaimin dan Ibn Hazm al-Zahiri berpendapat pandangan ini,

Dan berdalil bahwa gaji ada sejak zaman Nabi shallallohu álaihi wasallam dan setelah beliau dari para khalifah,

Namun mereka tidak mewajibkan zakat atas gaji,

Sebagaimana para ulama yang berpandangan dengan pandangan ini juga berdalil dengan dalil-dalil yang menjelaskan pensyaratan wajib nya harta lewat satu tahun (haul).

Maka sebaik nya,

Seorang pekerja atau karyawan yang menerima gaji bulanan dapat membayar zakat atas uangnya ketika mencapai nisab sebelum tahun berlalu,

Dimana ia mempercepat pembayaran zakat nya dan hal itu lah yang mutahab atau sunnah,

Atau mengeluarkan zakat setelah mencapai nisab dan berlalu waktu satu tahun.

Nisab Zakat Profesi

Zakat penghasilan untuk siapa dan kapan wajib nya?

BACA JUGA:  Halangan Yang Membolehkan Kita Tidak Melaksanakan Salat Jumat

Karena untuk membayar zakat, ada dua syarat yang harus di penuhi:

1- Bahwa uang mencapai nisab, dan nisab saat ini setara dengan 85 gram emas murni, atau 595 gram perak.

2- Perputaran uang selama satu tahun sejak mencapai nisab, yaitu satu tahun penuh di mana uang tetap berada di tangan pemiliknya,

menunjukkan bahwa barangsiapa tidak memiliki uang itu belum mencapai nisab dan belum berpindah padanya, maka tidak ada zakat atasnya, baik berupa gaji maupun yang lainnya.[1]

Baca juga: Mengapa Zakat Fitrah Juga Disebut Dengan Zakat Nafs?

Berapa Persen Zakat dan Sedekah Dari Gaji Bulanan?

Prinsip dasarnya adalah zakat atas gaji bulanan wajib setelah satu tahun berlalu ketika dia memilikinya dan telah mencapai nisab,

Meskipun sulit bagi seseorang untuk menentukannya; karena bercampur dengan harta lain.

Maka di bolehkan bagi seseorang untuk menetapkan satu hari dalam setahun untuk zakat atas semua gaji yang ia terima,

Apabila telah lewat satu tahun maka dia di anggap sudah membayar wajib zakat,

dan jika belum tercapai satu tahun, maka itu di anggap zakat yang telah terbayar sebelum waktu nya (dipercepat).

Karena zakat tidak wajib kecuali jika syarat-syaratnya terpenuhi, yaitu haul atau telah lewat waktu satu tahun bagi yang berpendapat demikian.

Dan pada kondisi tabungan dari gaji bulanan telah mencapai nisab, maka ini adalah awal tahun dari haul,

jika uang itu tidak mencapai nisab selama tahun itu, maka di mulai hitungan lagi dari tahun baru ketika nisab telah tercapai,

Dan boleh mengeluarkan zakat atas gaji-gaji yang lain dengan menggabung gaji pertama yang melewati haul tahun itu, karena ini lebih bermanfaat bagi orang-orang miskin.

Baca juga: Nisab Zakat Perak Adalah Berapa?

Zakat Profesi Berapa Persen?

Jumlah kewajiban zakat uang adalah seperempat dari sepersepuluh, dan nisabnya kurang lebih sebesar nisab emas, yaitu 85 gram, atau nisab perak, yaitu 595 gram,

BACA JUGA:  Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

jika uang lebih dari harga nisab emas atau perak, maka wajib mengeluarkan zakatnya sebesar seperempat sepersepuluh; yaitu 2.5%

Rujuk ke artikel pilar dari bab zakat mal di sini :

Zakat Mal : Pengertian, Hukum, Macam-Macam, Dan Dalil nya


  1. Sumber :

    الأوقاف: لا زكاة على الراتب الشهري إلا بشرطين

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda

2 tanggapan untuk “Berapa Persen Sedekah Dari Gaji Bulanan?”