Kategori
Fiqih Ibadah Zakat

Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Sebarkan Kebaikan!

Konsultasifiqih – Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Luqatah atau barang temuan adalah apa yang seseorang temukan di atas tanah dari segala jenis harta (uang – pakaian – ternak) milik kaum muslimin.

Seseorang mengambilnya dengan maksud untuk mengembalikannya kepada pemiliknya, atau dengan maksud untuk memilikinya.

Dan luqotoh dalam Islam berbeda hukumnya, berbeda nilai, tempat dan pemeliharaannya.

Para ulama banyak memperinci dalam kitab mereka tentang bagaimana memperlakukan harta luqatoh, apa kewajibannya?

dan juga apa yang boleh serta tidak boleh dalam luqatoh?

Pengertian Luqatoh

Secara hukum syarí adalah uang yang hilang dari pemilik nya yang diambil orang lain, atau sesuatu yang ditemukan seseorang secara tergeletak dan mengambilnya sebagai amanah.

Secara harfiah: mengambil sesuatu dari tanah.

Hukum Barang Temuan

Boleh mengambilnya jika kecil, tetapi memiliki hukum sesuai dengan nilainya:

1 – Nilainya bukanlah sesuatu yang remeh di mata manusia, seperti kain lap, tongkat, atau remah roti.

Dalilnya adalah hadits:

(كنَّا مع رسولِ اللَّهِ: فرأى تَمرةً عائرةً، فأعطاها سائلًا وقالَ: لَو لم تأتِها لأتَتكَ)

((Kami bersama Rasulullah: dia melihat kurma yang lepas, lalu dia memberikannya kepada seorang pengemis dan berkata: Jika kamu tidak datang kepadanya, itu pasti akan datang kepadamu))

2 – Apa yang hilang dari ternak yang tidak dapat di buru oleh pemangsa kecil, seperti unta, kuda dan sapi:

BACA JUGA:  Zakat Mal Berapa Persen?

Dan juga hukum nya haram mengambil barang tersebut dan di biarkan saja, dan siapa pun yang mengambilnya harus menjamin mereka dan mengidentifikasi mereka,

Berdasarkan dalil:

سئل رسول الله ﷺ عَنْ ضَالَّةِ الإبلِ فَقَالَ: ((مَا لَكَ وَلَهَا دَعْهَا فَإنَّ مَعَهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا تَرِدُ المَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَجِدَها رَبُّهَا)).

” Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, ditanya tentang unta yang hilang, dan beliau bersabda:

((Apa urusan mu dengannya? Biarkan unta tersebut minum air dan memakan pepohonan sampai pemilik nya menemukannya. “

3 – Harta lain, seperti hewan yang tidak dapat bertahan dari karnivora, uang dan juga tas: sah baginya untuk mengambilnya jika dia dapat mengenalinya,

dan juga dua orang saksi bersaksi tentang itu,

dan kemudian dia mengetahuinya secara keseluruhan satu tahun.

Rasulullah shallalohu alaihi wasallam pernah di tanya tentang wariq, emas, atau kertas?

Lalu Rosululloh shallallohu alaihi wasallam berabda:

((اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْماً مِنَ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إلَيْهِ))

((Kenali kelebihan dan kekurangannya dan kemudian umumkan mereka selama setahun, jika tidak tahu maka biarkan dan anggap itu sebagai titipan, dan apabila pemilik nya datang suatu hari maka kembalikan)).

Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Sebelum membahas tentang zakat barang temuan, ada beberapa hal yang harus di lakukan, di antara nya:

Persaksian luqatoh

Menurut Maliki, Syafi’i dan Hanbali tentang hukum nya: Ini adalah Sunnah. Untuk menjaga keserakahan dan penyembunyian seseorang, dan agar tetap terjaga jika dia meninggal.

Menurut Hanafi: wajib ada persaksian, karena Nabi shallallohu alaihi wasallam bersabda:

من وجد لقطةً فليشهد ذا عدلٍ أو ذوي عدلٍ ولا يكتم ولا يغيّب

BACA JUGA:  Ukuran Harta Yang Wajib Dizakati Disebut Apa?

((Siapa pun yang menemukan luqatah, biarkan dia bersaksi dengan orang yang adil atau orang yang bijak, dan dia tidak boleh menyembunyikan atau menyimpan)) .

Dan juga cukup menyebutkan dalam kesaksian hanya beberapa atribut, dan dia yang bukan pemiliknya serta tidak boleh mengklaimnya.

Cara mengumumkan barang temuan

Mengumumkan barang temuan harus ditentukan:

1- Pada siang hari, bukan pada malam hari, orang-orang aktif di dalamnya.

2- Dalam minggu pertama dia mengetahuinya dua kali sehari, lalu seminggu sekali, lalu sebulan sekali.

3- Dia mengumumkannya di tempat dia menemukannya, karena pemiliknya akan sering mencarinya di sana.

4- Dia mengumumkannya di masjid-masjid setelah shalat, dan tidak benar baginya untuk memanggilnya di dalam masjid, dan dia mengenalnya di pasar dan tempat-tempat orang berkumpul.

Darimana harta untuk mengumumkan barang temuan di ambil?

Terkadang mengumumkan barang luqatoh dapat merugikan yang menemukannya,

maka Syafi’i dan Abu al-Khattab di antara mazhab Hanbali menganggap bahwa jika ia mengambilnya untuk memeliharanya, ia tidak harus membayar biaya pengumuman, melainkan hakim yang membayarnya. dari perbendaharaan Muslim, atau hakim mencatatnya pada pemiliknya,

tetapi jika kolektor mengambilnya untuk memiliki nya, dia harus membayar biaya pengumumannya.

Mazhab Maliki berpandangan bahwa jika dia menugaskan orang lain untuk mengumumkannya, maka biaya hya berasal dari harta temuan yang sama.

Adapun Hanbali, mereka melihat bahwa biaya yang di bebankan untuk mengumumkan dari oirang yang menemukan.

Menurut Syafi’i, orang lain yang di tugaskan untuk mengumumkan jika oirang yang menemukan ingin bepergian, jadi dia mengumumkan dan tidak bepergian bersamanya.

Dan jika semua hal di atas sulit baginya, dia harus memberikan barang temuan kepada penguasa yang jujur, atau kepada hakim, dan mereka harus menerimanya.

BACA JUGA:  Cara Menghitung Zakat Emas Perhiasan

Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Pemungut luqatah tidak wajib mengeluarkan zakat hasil temuannya, kecuali jika ia mengambilnya untuk dimiliki sendiri. Dan pemiliknya membayar zakat pada saat dia mengambilnya.

Perincian Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Barang temuan yang pemiliknya tidak mengetahuinya, tidak wajib mengeluarkan zakat padanya selama masa kehilangan dan pengumuman,

karena kepemilikannya belum sempurna, karena tidak berada dalam penguasaannya sampai ia melepaskannya,

dan pemungut tidak membayar zakatnya pada tahun pengenalan karena dia tidak memilikinya selama periode ini.

Jika Pemilik nya mengklaim saat masa pengumuman, maka ia mengeluarkan zakat dari harta nya yang telah berdiam selama setahun dan mencapai nisab,

Kalau harta nya hewan ternak maka wajib zakat jika ternak di gembalakan bebas (tidak ada biaya) dan jika multaqit memberikannya makan maka tidak ada zakat nya.

Dan zakat nya adalah hawl pertama dari harta ditemukan sesuai dengan makna zahir mazhab Ahmad,

Baca juga: Apakah Yang Dimaksud Zakat Mal? (Pengertian, Macam-macam, dan Cara Mengeluarkannya

karena ia masuk ke dalam miliknya seperti warisan, sehingga menjadi seperti sisa harta nya yang lain.

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda