Kategori
Fiqih Ibadah Sholat

Dalil Yang Menunjukkan Bahwa Salat Jumat Itu Wajib Adalah?

Sebarkan Kebaikan!

Konsultasifiqih

Dalil yang menunjukkan bahwa salat jumat itu wajib adalah datang dari Alqur’an atau assunnah hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Sholat Jum’at adalah sholat yang dilaksanakan setiap hari Jum’at setelah waktu sholat dzuhur setelah matahari telah melewati puncaknya.

Syarat sah nya terdiri dari dua khutbah pertama dan kedua.

Khatib memulai dengan khutbah Jumat pertama, kemudian duduk sebentar, dan kemudian bangkit untuk khutbah kedua.

Shalat Jumat adalah shalat berjamaah yang hanya terdiri dari dua rakaat,

dan merupakan satu-satunya shalat berjamaah di siang bolong tanpa perlu melakukan kewajiban shalat dzuhur.

Para fuqaha berbeda pendapat dalam menentukan jumlah minimal wajibnya shalat Jum’at,

sebagian dari mereka mengatakan bahwa jika ada empat puluh orang di salah satu kota yang memenuhi persyaratan sebelumnya.

Maka shalat Jum’at itu wajib, dan sebagian dari mereka mewajibkannya. dengan jumlah kurang dari itu,

dan ada pula yang mengatakan bahwa boleh menampung dua orang jemaah.

Sebagaimana telah banyak dalil-dalil tentang kewajiban shalat jum’at dan di antara dalil yang menunjukkan bahwa shalat jum’at itu wajib adalah firman Alloh ta’ala dalam surat jumu’ah tentang wajib nya salat jumat.

Para ulama sepakat bahwa shalat Jum’at adalah kewajiban bagi individu, dan itu adalah dua rakaat,

sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wata’ala:

{يأيها الذين آمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون}

“Hai orang-orang yang beriman, jika adzan berkumandang pada hari Jumat, maka berjihadlah untuk mengingat Allah dan tinggalkan jual beli, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahuinya” (Aljumu’ah : 9)

Dalil Pertama Yang Menunjukkan Bahwa Salat Jumat Itu Wajib Adalah

Telah datang dari As-Sunnah dalil yang menunjukkan bahwa shalat jumat itu wajib adalah beberapa hadits dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam.

Termasuk di antara wajib nya sholat jum’at bagi setiap muslim, adalah penjelesan rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam tentang wajib nya sholat jum’at pada hari jum’at :

BACA JUGA:  Harta Rikaz Adalah: Pengertian, Nisab, Zakat, Dan Cara Menghitung nya

رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «نحن الاخرون السابقون يوم القيامة، بيد أنهم أوتوا الكتاب من قبلنا وأوتيناه من بعدهم، ثم هذا يومهم الذي فرض عليهم فاختلفوا فيه فهدانا الله فالناس لنا فيه تبع: اليهود غدا والنصارى بعد غد».

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Kami adalah orang terakhir yang akan mendahului di Hari Kiamat, tetapi mereka diberi Kitab sebelum kami dan kami diberikan setelah mereka, orang-orang Yahudi besok dan orang-orang Nasrani lusa”

Tentang hadits di atas, Al-Qodhi ‘iyadh berkata:

الظَّاهِرُ أَنَّهُ فُرِضَ عَلَيْهِمْ تَعْظِيمُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ بِغَيْرِ تَعْيِينٍ وَوُكِّلَ إِلَى اجْتِهَادِهِمْ لِإِقَامَةِ شَرَائِعِهِمْ فِيهِ، فَاخْتَلَفَ اجْتِهَادُهُمْ فِي تَعْيِينِهِ وَلَمْ يَهْدِهِمُ اللَّهُ لَهُ وَفَرَضَهُ عَلَى هَذِهِ الْأُمَّةِ مُبَيَّنًا وَلَمْ يَكِلْهُ إِلَى اجْتِهَادِهِمْ فَفَازُوا بِتَفْضِيلِهِ.

“Yang lebih kuat, bahwa wajib bagi mereka (Yahudi dan Nasrani) untuk mengagungkan hari jum’at tanpa penentuan yang jelas dan terserah mereka memilih berdasarkan ijtihad mereka untuk menjalankan syareat mereka.

Lalu mereka berselisih untuk menentukan mana hari yang lebih utama, sehingga Alloh sesatkan mereka.

Dan Alloh mewajibkan sholat jum’at kepada umat ini secara jelas tanpa bimbang maka umat islam lah yang mengungguli dua umat terdahulu.  “1

Baca juga: halangan yang membolehkan kita untuk tidak melaksanakan salat jumat adalah

Dalil Kedua Yang Menunjukkan Bahwa Salat Jumat Itu Wajib Adalah

Di antara dalil yg menunjukkan bahwa salat jum ah itu wajib adalah sebuah hadits yang datang dari sahabat ibnu mas’ud kemudian dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam 

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال لقوم يتخلفون عن الجمعة: «لقد هممت أن آمر رجلا يصلي بالناس ثم أحرق على رجال يتخلفون عن الجمعة بيوتهم»

BACA JUGA:  Cara Menghitung Zakat Emas Perhiasan

رواه أحمد ومسلم.

Dari Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang tidak menghadiri shalat Jumat:

“Saya ingin memerintahkan seorang pria untuk memimpin orang-orang untuk menjadi imam dalam shalat, kemudian membakar rumah orang-orang yang tidak menghadiri shalat Jum’at.”

(Hadits Riwayat Ahmad dan Muslim).

 

Baca juga:

Dalil Ketiga Yang Menunjukkan Bahwa Salat Jumat Itu Wajib Adalah

Hal lain tentang dalil yang menunjukkan bahwa salat jum’ah itu wajib adalah hadits dari Abu hurairoh,

عن أبي هريرة وابن عمر أنهما سمعا النبي صلى الله عليه وسلم يقول على أعواد منبره: «لينتهين أقوام عن ودعهم الجمعات أو ليختمن الله على قلوبهم ثم ليكونن من الغافلين»

رواه مسلم ورواه أحمد والنسائي من حديث ابن عمر وابن عباس.

Dari Abu Hurairah dan Ibn Umar bahwa mereka mendengar Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda di atas mimbarnya:

“Orang-orang harus menahan diri dari meninggalkan shalat Jumat, atau Alloh akan menutup hati mereka. , maka mereka termasuk orang-orang yang lalai.”

(HR Muslim dan Imam Ahmad dan Al-Nasa’i meriwayatkan dari hadits Ibnu Umar dan Ibnu Abbas.)

Faidah hadits :

1- Pensyari’atan mimbar untuk khutbah jum’at

2- Meninggalkan sholat Jumat tanpa alasan syar’i adalah dosa besar.

3- Beberapa dosa dapat membawa kejahatan yang tak terukur bagi seseorang.

Baca juga :

Sholat Jum’at Wajib dan Tidak Wajib Bagi Siapa?

Shalat Jum’at hukumnya wajib hukum nya,

bagi seorang muslim yang berakal, berakal, dewasa, menetap, yang mampu mengusahakannya, bebas dari alasan-alasan yang membuatnya lalai.

Adapun yang tidak wajib, yaitu:

1, 2- Wanita dan anak laki-laki, dan ini para ulama menyepakati nya.
3- Orang sakit yang merasa sulit untuk pergi ke shalat Jum’at atau yang takut penyakit itu akan bertambah atau lambat sembuh nya.

Baca juga :

 

BACA JUGA:  Halangan Yang Membolehkan Kita Tidak Melaksanakan Salat Jumat

Referensi:

  1. Syarh Muslim – An-Nawawi – Jilid 6 – halaman 143

 

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda