Kategori
Fiqih Ibadah Zakat

Orang Yang Wajib Membayar Zakat Dinamakan Apa?

Sebarkan Kebaikan!

Konsultasifiqih. Orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki.

Zakat secara bahasa berarti: pertumbuhan, pertambahan, berkah, pujian, sanjungan, kebenaran, kebaikan, dan suci jasmani dan rohani,

Dan juga dengan makna lain : zakat harta.

Termasuk dari zakat juga harta yang orang sedekahkan / shodaqoh, dan sering menggunakan ini juga dalam istilah – istilah aqidah dan tauhid,

dalam pengertian ini, yang maksud nya adalah ibadah, yang berarti: bersedekah dengan uang.

Dan zakat dalam Islam adalah : Harta yang harus muzakki keluarkan kepada orang yang berhak menerima zakat ada 8 golongan sesuai dengan syarat-syarat nya,

Mengeluarkan zakat sesuai hak harta yang maklum, takaran yang maklum, wajib bagi muslim dengan syarat khusus,  dari harta yang khusus yaitu harta zakat.

Dalam hukum Islam, zakat adalah jenis ibadah, artinya: menginfaqkan harta secara wajib, karena itu adalah salah satu dari lima rukun Islam,

Berbeda dari zakat, shodaqoh atau sedekah adalah menginfaqkan harta secara wajib dan tidak wajib.

Orang Yang Wajib Membayar Zakat Dinamakan

Orang yang mengeluarkan zakat secara umum nama nya MUZAKKI, baik itu mengeluarkan :

  • zakat fitrah,
  • harta/maal,
  • perhiasan emas dan perak,
  • mahar yang melebihi nishob,
  • pertanian, biji-bijan dan buah-buahan,
  • hewan ternak,
  • perdagangan,
  • Rikaz atau harta karun dan temuan zaman dahulu.

Simak juga pembahasan lebih lanjut: Macam-Macam Zakat

Orang Yang Wajib Membayar Zakat Disebut

Muzakki atau orang yang membayar zakat wajib mengeluarkan zakat nya dengan ketentuan khusus, syarat yang khusus, harta yang khusus, dan takaran khusus.

Definisi zakat secara bahasa

Zakat memiliki beberapa definisi dalam bahasa dan istilah syarí, karena secara bahasa arti nya berbeda dalam bahasa:

  • Termasuk pertumbuhan,
  • peningkatan,
  • dan kemurnian; Karena mensucikan orang yang berzakat dari dosa,
  • nama lain zakat juga sedekah, karena itu menunjukkan ketulusan seorang Muslim dalam pengabdian dan ketaatannya kepada Allah –subahanuwataála
  • dan juga mengacu pada berkah, pujian, dan keshalihan,
BACA JUGA:  Macam-Macam Zakat

Secara bahasa, makna zakat tertera dalam firman Alloh taála :

(خُذ مِن أَموالِهِم صَدَقَةً تُطَهِّرُهُم وَتُزَكّيهِم بِها)

” Ambil sedekah dari kekayaan mereka untuk membersihkan mereka dan mensucikan mereka dengan hal itu ” (At-taubah : 103)

Zakat membersihkan pemiliknya dari dosa dan ketamakan, dan memberkahi uang dan pahalanya.

Baca juga: Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar?

Definisi zakat secara istilah syariát

Dalam istilah syariát, zakat memiliki definisi sebagai:

Jumlah tertentu yang seorang Muslim harus keluarkan dari uangnya yang telah mencapai nisab (batas wajib harta yang harus muzakki keluarkan) untuk pihak yang berhak dan dalam kondisi tertentu.1

Berikut beberapa makna zakat secara istilah bagi para fukaha dalam beberapa definisi zakat.2

  1. Mazhab Hanafi: “Zakat adalah pengalihan kepemilikan sebagian harta khusus yang dialokasikan dari harta khusus untuk orang tertentu yang Syariát tentukan demi mengharapkan wajah Alloh taála.”
  2. Maliki mendefinisikannya sebagai: “Mengambil bagian tertentu dari uang tertentu yang telah mencapai nisab untuk orang yang berhak, dengan syarat kepemilikan penuh, dan seputar selain logam dan pertanian.”
  3. Adapun Syafi’i mendefinisikannya sebagai: “Sebuah nama untuk apa yang dikeluarkan dari harta atau badan dengan cara tertentu.”
  4. Definisi terakhir zakat oleh Hanbali, yang mengatakan: “Zakat adalah hak wajib pada harta khusus untuk golongan tertentu, pada waktu tertentu.”

Dengan melihat dari berbagai definisi fuqoha, kita menemukan bahwa mereka sepakat dalam medefinisikan zakat adalah pemindahan kepemilikan harta yang telah mencapai nisab;

Artinya, harta itu tidak kembali kepada pemiliknya setelah muzakki mengeluarkan harta miliknya, melainkan menjadi milik orang yang mnerima zakat, dan istilah “mustahik” menegaskan hak orang yang menerima zakat dari harta zakat.

Baca juga: Dalil Yang Menunjukkan Bahwa Salat Jumat Itu Wajib Adalah?

Mustahik zakat

Maksud dari yang berhak mustahik adalah: siapakah di antara delapan golongan yang berhak menerima zakat, sebagaimana Alloh sebutkan dalam Al-Qur’an :

إِنَّمَا الصَّدَقاتُ لِلفُقَراءِ وَالمَساكينِ وَالعامِلينَ عَلَيها وَالمُؤَلَّفَةِ قُلوبُهُم وَفِي الرِّقابِ وَالغارِمينَ وَفي سَبيلِ اللَّـهِ وَابنِ السَّبيلِ فَريضَةً مِنَ اللَّـهِ وَاللَّـهُ عَليمٌ حَكيمٌ

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 60)

Baca lebih lanjut: Orang Yang Berhak Menerima Zakat Ada Berapa?

Orang Yang Membayar Zakat Disebut

Muzakki. Saat membayar zakat, tentu kita harus faham apa alasan penting di balik kewajibab hukum zakat? manfaat apa yang kita dapatkan dari membayar zakat? dan apa hikmah zakat?

Baca juga: Harta yang wajib dizakati

Hukum Zakat dan Kepentingannya

Hukum Zakat Dalam Islam Dan Waktu Penetapan Wajib nya

Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam, orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki, dan dalam kondisi tertentu menjadi kewajiban individu atas Muslim, dan siapa pun yang memenuhi syarat kewajiban zakat harus membayarnya segera tanpa menunda-nunda,

BACA JUGA:  Cara Menghitung Zakat Barang Temuan

Dan bukti wajib nya membayar zakat tersebut dalam Al-Quran, Sunnah, dan Ijma'(kesepakatan ulama).

Dalil dari Al-Quran :

Ayat tentang wajib nya membayar zakat kepada 8 golongan mustahiq zakat di atas.

Adapun dalil dari Sunnah :

Hadits tentang wasiat Rosululloh shallallohu álaihi wasallam kepada Muadh bin Jabal ketika dia mengirimnya ke Yaman :

أعْلِمْهُمْ أنَّ اللَّهَ افْتَرَضَ عليهم صَدَقَةً في أمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِن أغْنِيَائِهِمْ وتُرَدُّ علَى فُقَرَائِهِمْ

“Beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah memerintahkan kepada mereka sedekah dalam harta mereka untuk dari orang-orang kaya dan kepada orang-orang miskin.”3

Zakat telah wajib pada awal tahun kedua Hijriah, yaitu waktu yang sama dengan wajibnya puasa, tetapi ada perselisihan mana yang lebih dulu. Sebagian besar perkataan para ulama menunjukkan bahwa zakat itu menjadi wajib di Mekkah, adapun perhitungan berapa nisab dan harta-harta yang wajib zakat dan orang-orang yang berhak zakat penetapan kewajibannya di Madinah.

Alasan Pentingnya Zakat

Zakat sangat penting, karena hal berikut:

  • Zakat adalah salah satu kebutuhan dalam agama.
  • Dan zakat juga adalah salah satu pilar sistem ekonomi dalam Islam.
  • Dalil yang menunjukkan tentang penting nya zakat; Al-Quran sering menyebutkannya berhubungan dengan tiang agama -Sholat- di hampir tiga puluh tempat, seperti dalam firman-Nya : وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
    “Dan dirikan shalat dan tunaikan lah zakat” (Al-baqoroh : 43)
  • Dan Allah –Subhanahu wataála– memuji hamba-hamba menunaikan kedua nya, dan menganggap hal itu sebagai bukti keimanan dan ketundukan kepada Yang Mahakuasa.
  • Alloh menggabungkan shalat dan zakat dengan keimanan yang jujur pada Hari Akhir, seperti dalam firman-Nya -taála-: الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُم بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ(Orang-orang yang mendirikan shalat dan membayar zakat, dan mereka yakin akan akhirat) [Luqman : 4].
BACA JUGA:  Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Hikmah Pensyaria’atan Zakat

Alloh subhanahu wata’ala dengan kebijaksanaan dan keadilan-Nya menetapkan jumlah yang bervariasi untuk hamba-hamba-Nya,

dan dari perbedaan ini adalah perbedaan rezeki dan mata pencaharian mereka,

Akan tetapi Alloh subhanahu wata’ala menjadikan untuk yang terbatas rezeki nya hak dalam kekayaan orang yang lebih berlimpah harta nya,

Si kaya mengeluarkan harta nya untuk Si miskin karena hak nya, bukan karena sedekah dan belas kasih. Alloh ta’ala berfirman :

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

“Dan di dalam harta mereka ada hak bagi orang yang meminta dan orang yang terbatas harta nya.” (Adz-dzariyat : 19)

Dengan demikian, zakat berfungsi sebagai suatu sistem sosial dan ekonomi yang menjamin solidaritas di antara anggota masyarakat di kelas mereka yang berbeda,

Pentingnya zakat dan kemampuannya untuk menyelesaikan perbedaan ini berasal dari inklusivitasnya kepada sebagian besar anggota masyarakat, dalam jumlah yang besar;

Karena harta zakat mewakili 2,5% dari total dana yang beredar,

persentase yang menjamin tercapainya solidaritas dan pengentasan kemiskinan jika penerapannya berhasil.

Sebagaimana zakat juga berfungsi sebagai alat penyuci bagi muzakki atau orang yang wajib membayar zakat dari dosa-dosa di akhirat kelak, bakhil, pelit, dan ketamakan terhadap dunia.

Dengan zakat juga, Alloh ta’ala mendidik obsesi besar hamba untuk memiliki harta dan meredam nya dengan mengeluarkan harta yang secara fitrah ia cintai, sebagai bentuk ketaatan dan ketundukan.

Zakat juga berlaku sebagai undang-undang penjaga bagi banyak masalah yang timbul di masyarakat,

seperti: pencurian, perampokan, penipuan, dan banyak masalah lainnya,

Karena yang demikian itu mensucikan Si miskin dari hasad, dengki, dan iri terhadap masyarakat yang lebih mampu, apalagi setelah mendapatkan harta zakat dari Si kaya.

Keutamaan Membayar Zakat

  • Sebab terlepas nya diri dari bencana harta di akhirat.
  • Sebab untuk aman dari ketakutan pada hari ketakutan terbesar.
  • Mencapai dengan zakat ke derajat Albarr (orang dengan label BAIK dari Alloh ta’ala).
  • Salah satu atribut orang bertakwa.
  • Sebab untuk memenangkan surga dan lolos dari siksa kubur dan neraka.
  • Bukti rasa syukur atas nikmat harta. Ini adalah salah satu rukun Islam, dan Islam seorang Muslim tidak lengkap tanpa keyakinan dan praktek.
  • Sebab terampuni dosa dan menghapus kesalahan.
  • Mendapatkan pahala dan ganjaran yang besar dari Alloh subhanahu wata’ala.
  • Sebab meningkat nya keimanan dan kedekatan kepada Alloh subhanahu wata’ala.

Baca topik ini secara lengkap di :

Apakah Yang Dimaksud Zakat Mal


  1. Saleh Al-Sadlan (1425), A Treatise on Facilitating Fiqih (Edisi Pertama), Saudi Arabia, Ministry of Islamic Affairs, Endowments, Call and Guidance, hal 59. dengan adaptasi
  2. Abdullah Al-Tayyar, Abdullah Al-Mutlaq, Muhammad Al-Mousa (2012), Facilitated Fiqh (Edisi Kedua), Saudi Arabia, Madar Al-Watan Publishing, halaman 11, bagian 2.
  3. Hadits Riwayat Al-Bukhari, dalam Sahih Al-Bukhari, dari Abdullah bin Abbas, halaman atau nomor: 1395, derajat hadits : Shahih.

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda