Kategori
Doa Fiqih Ibadah Sholat

Tata Cara Shalat Lailatul Qadar Dan Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Sebarkan Kebaikan!

Konsultasifiqih.xyz – Tata Cara Shalat Lailatul Qadar Dan Keutamaan Malam Lailatul Qodar.

Sunnah untuk melakukan qiyam di bulan Ramadhan, termasuk Malam Ketetapan (Lailatul Qadar), adalah sebelas rakaat, dan diperbolehkan melakukan tiga belas rakaat, dengan jeda setelah melakukan setiap dua rakaat, dan kadang-kadang diperbolehkan untuk melakukan setiap empat rakaat lalu istirahat.

‘Aisyah ummul mu’minin pernah ditanya tentang tata cara sholat malam nya Rosululloh shallallohu alaihi wasallam;

Beliau mengatakan cara shalat malam lailatul qadar Rosululloh shallallohu alaihi wasallam :

ما كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَزِيدُ في رَمَضَانَ، وَلَا في غيرِهِ علَى إحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُصَلِّي أَرْبَعًا، فلا تَسْأَلْ عن حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا، فلا تَسْأَلْ عن حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا

(Tidak lah Rosululloh shallallahu alaihi wasallam melebihkan di bulan Ramadhan dan selainnya, lebih dari sebelas rakaat, shalat empat, jangan tanya bagus dan dan panjang sholat nya, kemudian sholat empat, jangan tanya bagus dan dan panjang sholat nya, kemudian beliau sholat tiga roka’at(witir))

dan disunnahkan untuk mengkhususkan shalat malam pada 10 akhir Ramadhan; yaitu, sepuluh hari terakhir itu, dengan memperpanjang doa ; berdiri, berlutut, dan bersujud. Mengikuti teladan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Tata Cara Shalat Lailatul Qadar

Para ulama telah menjelaskan bagaimana melakukan shalat Tarawih dan jumlah rakaatnya, dan keterangan mengenai pendapat mereka tentang tata cara shalat lailatul qadar adalah sebagai berikut:

Hanafi: Mereka mengatakan bahwa jumlah rakaatnya adalah dua puluh rakaat, dengan sepuluh salaam, dan makruh menggabungkan semua rakaat, dan duduk di antara dua rakaat, dan satu duduk di antara rakaat. ahs membuatnya dua rakaat, dan diinginkan untuk duduk dan istirahat setelah setiap empat rakaat; Untuk pemuliaan dan permohonan.

Maliki: Mereka mengatakan bahwa jumlah rakaatnya adalah tiga puluh enam, kemudian witir adalah tiga rakaat, dan salam nya dianjurkan setelah setiap dua rakaat, dan tidak suka duduk di antara setiap rakaat. dua rakaat tanpa taslim, yaitu mengerjakan semua rakaat sekaligus, dan duduk di antara masing-masing dua rakaat, dan memberikan taslim setelah semuanya.

Syafi’i: Mereka mengatakan bahwa itu adalah dua puluh rakaat, dan itu ada di setiap malam di bulan Ramadhan, dan setiap dua rakaat dilakukan dengan salam, dan tidak sah melakukan empat rakaat dengan satu salaam Niatnya adalah untuk melakukan shalat, dan niat salat yang mutlak tidak sah.

Hambali: Mereka mengatakan bahwa itu adalah dua puluh rakaat, dan tidak ada salahnya menambahkannya, dan itu dianggap sebagai Sunnah muakkadah.

Berusaha keras berjuang Mencari Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar masih ada dan tetap ada di bulan romadhon , dan belum diangkat atau dibatalkan,

dan tidak ada nash yang jelas dan tegas dari Nabi –semoga Allah besertanya – yang menunjukkan bahwa Malam Ketetapan adalah malam tertentu dalam setiap tahun, dan hadits-hadits yang menetapkannya untuk malam tertentu;

Artinya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menginformasikannya pada tahun itu, dan mendesak umat Islam untuk melakukannya sendiri,dengan harapan mendapatkan pahala yang Allah – subhanahu wata’ala – telah siapkan bagi mereka yang shalat malam lailatul qadar, sebagaimana dalil dalam Sahih Imam al-Bukhari

Dari Abu Hurairah – semoga Allah meridhoinya – bahwa Nabi – Shallallahu alaihi wasallam – bersabda:

(مَن قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمَانًا واحْتِسَابًا، غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ)

“ Barang siapa yang menghabiskan Malam Ketetapan dalam doa karena iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya sebelumnya akan diampuni . ”

Kenapa Dinamakan Lailatul Qadar?

Semoga Alloh subhanahu wata’ala memberikan hamba-hamba-Nya malam yang penuh berkah. Malam lailatul qadar disifati sebagai malam yang diberkahi ; Karena di dalam nya ada kebaikan , berkah, dan karunia-Nya, itu adalah Malam lailatul qadar , dan dinamai lailatul qadar karena keagungan malam itu.

Para ulama telah sepakat bahwa menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah sunnah, mengutip apa yang Imam al-Bukhari riwayatkan dalam Sahih-nya,

عن أمّ المؤمنين عائشة -رضي الله عنها- أنّها قالت: كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، إذَا دَخَلَ العَشْرُ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ وَشَدَّ المِئْزَرَ

Dari Ummul Mukminin Aisha – semoga Allah meridhoinya – bahwa dia berkata: (Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, ketika sepuluh hari terakhir dimulai, beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarga nya, dan mengencangkan sarung nya).

 

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar. Umat Islam merayakan sepuluh hari terakhir Ramadhan berharap mendapatkan ampunan dan menjadi pemenang dengan banyak beramal di malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

BACA JUGA:  Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Dan di antara keutamaan malam lailatul qadar adalah ibadah dan ketaatan yang paling agung di sisi Alloh ta’ala sangat memungkinkan untuk diterima amalan-amalan tersebut,

Sebuah harta karun bagi siapa saja yang menemukannya, sehingga ia mendapatkan ketenangan dan ridha Alloh subhanahu wata’ala.

Qiyaam al-layl pada malam itu mendapatkan pahala dan kebaikan yang banyak, sebagaimana disaksikan oleh para malaikat dan dituliskannya amalan sholeh oleh malaikat yang mulia lagi taat. 

Dr Ilham Shaheen, Asisten Sekretaris Jenderal Akademi Riset Islam untuk Urusan Rangkuman, menjelaskan bahwa keutamaan Malam Kemuliaan itu agung dan besar karena merupakan malam yang diberkahi yang Allah subhanahu wataala berfirman tentang lailatul qadar:

«إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ»

Mencatat bahwa keutamaan malam lailatul qadar itu shalat pada malam itu lebih baik dari pada shalat seribu bulan yaitu tiga puluh ribu enam ratus shalat.

Doa Sholat Lailatul Qadar: Allahumma Innaka Afuwwun Karim Tuhibbul Afwa Fa’fu ‘Anna Ya Karim

Doa sholat lailatul qadar dan hal terbaik yang seorang Muslim lakukan adalah berdoa allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anna ya karim pada malam lailatul qadar mengharap pengampunan dan kemurahan dari Allah – ta’ala -.

Seperti yang diriwayatkan bahwa Ummul mukminin Aisha – semoga Allah meridhoinya – berkata:

«قلتُ يا رسولَ اللهِ أرأيتَ إن علِمتُ ليلةَ القدرِ ما أقولُ فيها؟ قال: قُولي اللَّهمَّ إنَّك عفُوٌّ تُحبُّ العفوَ فاعْفُ عنِّي»

“Aku berkata , Wahai Rasulullah, apakah Anda mengira jika saya mengetahui malam lailatul qadar , apa yang saya katakan pada malam itu? Beliau bersabda:

Katakanlah, Ya Allah, bahwa Engkau Maha pemaaf dan Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah saya.”.

Maka doa sholat lailatul qadar allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anna ya karim adalah sunnah ma’tsurah yang dianjurkan di baca pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir bulan ramadhan.

Waktu Malam Lailatul Qadar

Waktu malam lailatul qadar jatuh pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana telah tetap dalam Sahih Al-Bukhari dari Ibu Mukminin Aisha – semoga Allah meridhoinya – bahwa dia berkata:

«كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يُجَاوِرُ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِن رَمَضَانَ ويقولُ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في العَشْرِ الأوَاخِرِ مِن رَمَضَانَ»

“Dulu Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, ketika hendak masuk di sepuluh hari terakhir Ramadhan, Beliau mengatakan: “Cari lah lailatul qadar di 10 malam terakhir dari bulan ramadhan”.

Kecuali ada bebera perberbedaan dalam mendefinisikan dan menentukan kapan terjadi nya waktu lailatul qadar. Dikatakan bahwa itu adalah pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir.

Telah tetap riwayat dari ummul mukminin Aisha – semoga Allah meridhoinya:

أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، قَالَ: تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوِتْرِ، مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِن رَمَضَانَ

“Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, bersabda:

Cari Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadhan”.

Dikatakan bahwa waktu lailatul qadar adalah tujuh malam terakhir; Sebagaimana telah teteap riwayat Imam Al-Bukhari dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu:

فمَن كانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا في السَّبْعِ الأوَاخِرِ

“Maka siapa yang mencarinya, hendaklah dia mencarinya di tujuh yang terakhir”

Dan dikatakan bahwa malam lailatul qadar itu waktu nya berpindah-pindah setiap tahunnya, tanpa menentukannya di malam ganjil atau genap.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar. Kaum muslimin sangat ingin mendapati malam lailatul qadar dan mengetahui tanda-tandanya yang menunjukkan kapan terjadinya.

Sunnah Nabawiyyah menyebutkan tanda-tanda malam lailatul qadar, yaitu:-

1- Malaikat turun berbondong-bondong; Dan itu akan lebih banyak dari kerikil di tanah, karena Alloh ta’ala, berfirman:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

“Para malaikat dan jibril (alaihissalam) turun pada nya (lailatul qadar) dengan izin Robb mereka dalam segala hal.”

2- Cuaca sedang; Di antara tanda-tanda malam lailatul qadar digambarkan sebagai tidak panas atau dingin; Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallohu anhuma:

ليلةُ القدْرِ ليلةٌ سمِحَةٌ، طَلِقَةٌ، لا حارَّةٌ ولا بارِدَةٌ، تُصبِحُ الشمسُ صبيحتَها ضَعيفةً حمْراءَ

“Malam lailatul qadar adalah malam yang lembut, bebas, tidak panas dan tidak dingin, matahari menjadi merah di pagi hari yang redup.”

3- Terbitnya matahari tanpa sinar pada keesokan paginya; Diriwayatkan dari Ubayy bin Kaab – semoga Allah meridhoinya -:

وآيةُ ذلك أنْ تَطلُعَ الشَّمسُ في صَبيحَتِها مِثلَ الطَّسْتِ، لا شُعاعَ لها، حتى تَرتفِعَ

“Tandanya malam lailatul qadar adalah bahwa matahari terbit di pagi hari seperti baskom, tanpa sinar, sampai terbit.”

4- Kemurnian dan ketenangan; Diriwayatkan dalam sebuah riwayat gharib dari Ubadah ibn al-Samit radhiyallahu ‘anhu:

أمارَةَ ليلةِ القدْرِ أنها صافيةٌ بَلِجَةٌ كأن فيها قمرًا ساطعًا ساكنةٌ ساجيةٌ لا بردَ فيها ولا حرَّ ولا يحِلُّ لكوكبٍ يُرمى به فيها حتى تُصبِحَ، وإن أمارتَها أنَّ الشمسَ صبيحتَها تخرُجُ مستويةً ليس لها شُعاعٌ مثلَ القمرِ ليلةَ البدرِ ولا يحِلُّ للشيطانِ أن يخرُجَ معَها يومَئذٍ

BACA JUGA:  Zakat Mal Berapa Persen?

“Tanda-tanda malam lailatul Qadar jelas dan terang, seolah-olah memiliki bulan yang bersinar, tenang, dan ramping di dalamnya. yang tidak dingin dan tidak panas, dan tidak dibolehkan bintang dilemparkan pada malam itu sampai pagi, dan di antara tanda nya matahari menjadi datar di pagi hari, ia memiliki sinar cahaya seperti rembulan pada malam bulan purnama, dan Setan tidak boleh keluar bersamanya pada hari itu.”

5- Bahwa seseorang menjadi tenang dalam jiwa

6- Seseorang merasakan mudah mendatangi Alloh pada malam ini

7- Meteor dan meteor tidak turun pada malam lailatul qadar.

8- Manusia diberikan taufiq untuk berdoa yang tidak pernah dia ucapkan sebelumnya.

Semoga Alloh menampakkan dengan jelas tanda-tanda malam lailatul qadar sehingga mudah bagi kita melakukan amalan dan mendapatkan ampunan dan ridha nya Alloh ta’ala. Amiin.

 

Amalan – Amalan Malam Lailatul Qadar

 

Di antara amalan malam lailatul adalah berdo’a.

Seorang Muslim memanfaatkan lailatul qadar itu dengan memperbanyak amalan malam lailatul qadar seperti doa, dzikir, dan mengagungkan, serta memohon kepada Allah Yang Maha Tinggi untuk diteguhkan, bebas dari api, dan berlindung darinya;

Doa-doa di dalamnya dijawab, dan ketekunan diinginkan, dan itulah sebabnya orang berlomba-lomba, dan ingin bertaubat, untuk mendapatkan keridhaan Alloh – Yang Maha Perkasa dan Maha Agung – dan untuk memberinya kesuksesan, dan untuk mencapai status yang tinggi (maqaaman mahmuda).

Sholat malam adalah di antara amalan malam lailatul qadar dan Ada beberapa kepercayaan umum di antara beberapa orang bahwa tidak dianggap shalat malam sampai setelah tidur, dan ini adalah kesalahan umum bahwa setiap orang harus mengubah sepenuhnya, dan shalat malam diperbolehkan setiap saat, bahkan jika melakukannya segera setelah shalat isya’.

 

Waktu Sholat Malam Lailatul Qadar dan Jumlah Rakaat nya

 

Waktu salat tahajud dimulai dari selesainya salat magrib dan berlanjut hingga terbit fajar, namun waktu yang paling baik untuk salat ini adalah sepertiga malam terakhir. Karena Allah SWT turun ke surga pada sepertiga terakhir sebagaimana diriwayatkan dalam hadits: “Jika lewat setengah atau dua malam, Allah SWT turun ke langit yang paling bawah, dan berfirman: Apakah ada pengemis yang diberi? Apakah Anda mengucapkan selamat tinggal padanya? Apakah ada seseorang yang meminta pengampunan, untuk dimaafkan? Sampai fajar menyingsing.” Setiap kali seorang Muslim berdoa, dia akan diganjar dengan izin Allah SWT.

Adapun jumlah rakaat shalat malam; Seorang muslim sholat sebanyak yang dia inginkan, dua demi dua, dan jika seorang Muslim sholat sebelas rakaat dengan witir, itu lebih baik, karena Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah melakukannya. sebagai wanita kami Aisha, semoga Tuhan senang dengan dia, berkata.

 

Keutamaan Shalat Malam Lailatul Qadar

 

Para ulama telah menyebutkan beberapa keutamaan shalat malam lailatul qadar, di antaranya:

1- Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menjaga shalat tahajud sampai pecah kakinya.

2- Shalat malam adalah salah satu alasan terbesar untuk masuk surga.

3- Shalat malam adalah salah satu alasan untuk menaikkan derajat di surga.

4- Orang-orang yang memelihara shalat qiyaam al-layl adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, layak mendapatkan rahmat Allah dan surga-Nya, karena Allah telah memuji orang-orang qiyaam al-layl, dan menghitung mereka di antara jumlah hamba-hamba-Nya yang saleh.

5- Tuhan memuji orang-orang yang shalat malam di antara hamba-hamba-Nya yang saleh, dan Dia berfirman – Yang Mahakuasa dan Yang Maha Tinggi -: “Dan orang-orang yang menghabiskan malam di hadapan Tuhan mereka dalam sujud dan berdiri.”

6- Sholat malam adalah sholat yang paling utama setelah sholat fardhu.

7- Sholat qiyaam al-layl adalah penghapus dosa dan penghapus dosa.

8- Kehormatan seorang mukmin adalah shalat shalat malam.

9- Sholat qiyaam al-layl diberkahi oleh pemiliknya karena pahalanya yang besar, karena lebih baik dari dunia dan seisinya.

 

Manfaat Sholat Malam Lailatul Qadar

 

Manfaat Sholat Malam terutama tatkala bertepatan dengan malam lailatul qadar adalah Semakin bertambah keimanan seorang Muslim, semakin ia menerima untuk berbicara kepada Allah – Yang Maha Perkasa dan Maha Agung – dan semakin ia berdiri di hadapannya selama shalat malam atau hal-hal lain, dan semakin ia mencintai untuk menikmati ibadahnya.

Semua ini, Allah telah menetapkan shalat, dan menjadikannya salah satu kewajiban yang wajib bagi setiap muslim, dan Alloh subhanahu wata’ala juga mengatur shalat sunnah bagi orang yang ingin meningkatkan kedekatannya dengan Nya, dan menjadikannya sebagai tanda ketakwaan dan kedekatan dengan Allah serta alasan untuk memperoleh manfaat di dunia dan akhirat. Di antara keutamaan dan manfaat sholat malam adalah sebagai berikut:

1- Sholat malam adalah bukti keikhlasan seorang muslim, dan bukti kecintaannya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Semakin seorang kekasih mencintai kekasihnya, semakin dekat dia dengannya. Demikian pula orang yang meningkatkan cintanya karena Allah ‘Azza Wa Jalla, semakin besar kedekatannya dengan-Nya, dan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah shalat.

2- Sholat malam meningkatkan aktivitas seorang Muslim dan memotivasinya untuk melakukan tindakannya secara maksimal, dan membuatnya jernih pikiran, dan dekat dengan apa yang menyenangkan Allah dari apa yang membuatnya marah.

BACA JUGA:  Orang Yang Berhak Menerima Zakat Ada Berapa?

3- Medis telah membuktikan bahwa salah satu manfaat sholat malam adalah membantu menyembuhkan banyak penyakit; Otak lebih banyak mengeluarkan zat untuk menghilangkan rasa sakit pada saat sholat malam, maka bagaimana jika sholat malam adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Yang Mulia dan Yang Maha Bijaksana, pertaubatan dan ketundukan, zikir dan isitghfar, dan tilawatul qur’an.

 

Waktu Lailatul Qadar Terbaik Untuk sholat Qiyaam Al-layl 

 

Waktu lailatul qadar dimulai setelah selesai shalat magrib sampai terbit fajar kedua, dan waktu shalat lailatul qadar yang paling baik adalah sepertiga malam terakhir, berdasarkan hal-hal berikut:

1- Sabda Nabi – shallallohu alaihi wasallam -:

أحَبُّ الصّلاة إلى الله صلاة داود عليه السّلام، وأحَبُّ الصّيام إلى الله صيام داود، وكان ينام نصف اللّيل، ويقوم ثلثه، وينام سدسه، ويصوم يومًا ويُفطر يومًا

“Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Daud alaihissalam, dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud. Beliau tidur setengah malam, kemudian bagun sepertiga nya, dan tidur lagi seperenam nya, Beliau puasa sehari dan buka sehari”

Maksud nya adalah bahwa nabi daud alaihissalam shalat di seperenam yang keempat dan seperenam yang kelima, dan jika beliau hendak melakukan shalat maka di sepertiga terakhir malam, karena memiliki keutamaan yang agung; Karena Alloh subhanahu wata’ala turun ke langit yang paling bawah di bagian malam ini.

2- An-Nasa’i meriwayatkan dari hadits Abu Dzar – semoga Allah meridhoinya – bahwa dia berkata:

سَألتُ النَّبيَّ – صلَّى الله عليه وسلَّم – أَيُّ اللَّيل خَير؟ قَال: خَير اللَّيلِ جَوفُه

“Saya bertanya kepada Nabi, semoga sholawat dan salam menyertainya, malam mana yang lebih baik? Beliau bersabda: Malam yang terbaik adalah bagian terdalamnya.”

Ibn Al-Mulqin meriwayatkan dari Abu Muslim bahwa dia berkata: “Aku berkata kepada Abu Dzar: Sholat malam mana yang lebih baik? Dia berkata: Saya bertanya kepada Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, seperti yang Anda tanyakan kepada saya, dan dia berkata: Di penghujung malam terakhir atau tengah malam, dan sedikit orang yang melakukannya.

Maka waktu lailatul qadar terbaik adalah dengan mencari nya di penghujung malam saat Alloh subhanahu wata’ala turun ke langit dunia.

Kita sholat, minta ampunan, rezeki, berdoa sebanyak-banyak nya agar langsung diijabah Alloh.

 

Tata Cara Sholat Lailatul Qodar

 

1- Sholat malam: Disunnahkan untuk memulai sholat malam dengan dua rakaat ringan, kemudian menyelesaikan shalat dengan dua rakaat, sesuai dengan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah – shallallohu alaihi wasallam – dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

صلاةُ الليلِ مَثْنى مَثْنى، فإذا رأيتَ أنَّ الصبحَ يُدركُك فأَوتِرْ بواحدةٍ، فقيل لابنِ عمرَ: ما مَثْنَى مَثْنَى؟ قال: أن تُسلِّمَ في كلِّ ركعتَينِ

“Sholat malam itu dua per dua, dan jika kamu melihat bahwa pagi hari Dia menyusulmu, maka lakukanlah witir dengan satu. Dikatakan kepada Ibn Umar : Apakah matsna matsna itu? Beliau menjawab: Mengucapkan salam setiap dua rakaat.”

Oleh karena itu, shalat berdiri dilakukan dalam dua rakaat, dan diperbolehkan melakukan empat rakaat seperti shalat zuhur, tetapi lebih baik shalat dua rakaat dengan dua rakaat karena dia – semoga berkah dan Shallallahu ‘alaihi wa sallam – melakukan itu Adapun bentuknya, itu adalah doa seperti doa-doa lainnya; Dibuka dengan takbir Ihram, kemudian doa pembukaan, pembacaan Surat Al-Fatihah, dan setelah ruku’ dan sujud, dan setelah selesai shalat berdiri, diakhiri dengan rakaat witir.

2- Menghidupkan malam dengan dzikir: barang siapa yang ingin menghabiskan malamnya dengan mengingat Allah, memujinya, mengagungkan-Nya, dan berdoa untuk Rasul-Nya, dan membaca Al-Qur’an, dan mempelajari hadits-hadits orang-orang pilihan. satu – semoga Allah dan saw – memiliki hak untuk melakukannya, dan dia termasuk di antara orang-orang yang mengingat, dan dia dihargai karena qiyam, dzikir dan bacaan Al-Quran nya.

Dan itu karena sabdar Rosululloh shallallohu alaihi wasallam-:

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخر سُورَةِ البَقَرَةِ في لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

(Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir Surat Al-Baqarah pada suatu malam, mereka akan cukup baginya).

Dari Abu Masoud, Rosululloh shallallohu alaihi wasallam bersabda:

من قرأ خاتمة البقرة أجزأت عنه قيام ليلة

(Barangsiapa membaca penutup Al-Baqarah, maka setara baginya seperti menghabiskan shalat semalam suntuk).

 

Definisi Sesungguh nya Qiyaam Al-Layl di Malam Lailatul Qadar

 

Secara bahasa: yang dijadikan sandaran suatu kaum, seseorang berdiri: berdiri dan bangun, berdiri, dan di arah yang berlawanan dia duduk.

qiyaam al-layl, secara istilah adalah: shalat sunnah dan dzikir di malam hari, dan shalat qiyaam al-layl: adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat isya’ sebelum tidur, dan dikatakan: menghabiskan sepanjang malam atau satu jam dengan shalat atau doa atau selain itu, dan tidak wajib sepanjang malam, tetapi sah jika satu atau dua jam atau bahkan sebagian kecil, dan Ibnu Abbas, Semoga Allah meridhoi keduanya, melihat bahwa hal itu bisa dilakukan berbarengan dengan shalat isya’ berjamaah, dan tekad untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من صلّى العشاء في جماعة فكأنّما قام نصف اللّيل، ومن صلّى الصُّبحَ في جَماعة فكأنَّما صَلّى الليل كُلَّه

” Barangsiapa yang shalat isya’ secara berjamaah maka ia seakan-akan dia melakukan setengah malam qiyam lail, dan barangsiapa yang melakukan shalat subuh berjama’ah maka seakan-akan dia shalat sepanjang malam seluruh nya”.

Dan dikatakan: Arti Qiyam adalah mengisi sebagian besar malam dengan ketaatan, dan dikatakan: Beberapa waktu darinya, dengan membaca Al-Qur’an, bertasbih, mengingat Allah, atau mendengarkan hadits.

 

 

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda