Kategori
Fiqih Ibadah Zakat

Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar?

Sebarkan Kebaikan!

Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar berapa?

Zakat fitrah atau zakat badan adalah salah satu jenis zakat yang wajib bagi umat Islam,

dan merupakan kewajiban individu berdasarkan kesepakatan umat Islam, atas setiap Muslim, muda atau tua, laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak. ,

dan sunnahnya adalah mengeluarkannya pada hari Idul Fitri sebelum shalat Ied. Boleh juga untuk mempercepatnya satu atau dua hari sebelum Idul Fitri, dan ini adalah amalan sebagian Sahabat.

Zakat Fitrah Termasuk Ibadah Yang Hukumnya?

Hukum zakat fitrah

Zakat fitrah hukum nya menjadi wajib pada saat terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan, dan mengeluarkan zakat nya sebelum shalat Idul Fitri, atau sebelum akhir puasa bulan Ramadhan.

Dalil wajib nya zakat fitrah

وفي الحديث: عَنْ ابن عبّاس قال: فَرَضَ رسول اللَّهِ  زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ من اللَّغْو وَالرَّفَث وَطُعْمَةً للمساكين، من أَدَّاهَا قبل الصلاةِ فَهِيَ زكاةٌ مقبولة ومن أَدَّاهَا بعد الصَّلاةِ فهي صدقة مِن الصَّدَقَات

“Dari Sahabat ibnu ‘abbas Rodhiyallohu ‘anhuma berkata : Rosululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mewajib zakat fitri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari hal yang sia-sia dan rofats (perkataan kasar dan kotor) selama puasa dan sebagai makanan bagi orang miskin,

BACA JUGA:  Halangan Yang Membolehkan Kita Tidak Melaksanakan Salat Jumat

maka barang siapa yang melaksanakannya sebelum sholat ied, maka itu lah zakat fitri yang Alloh terima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah sholat maka itu hanya lah seperti sedekah biasa”[1]

Wajib bagi setiap muslim yang mampu, dan yang memiliki lebih dari kecukupan untuk sendiri dan rezeki keluarganya dan kebutuhan pokoknya pada siang dan malam Idul Fitri.

Baca juga : Orang Yang Wajib Membayar Zakat Dinamakan Apa?

Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar berapa?

Hal pertama yang harus kita ketahui sebelum mengetahui takaran zakat fitrah, kita tarik dulu sebentar ke hal yang lebih penting.

Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar?

Atas siapa saja mengeluarkan zakat fitrah?

Seorang muslim wajib mengeluarkan zakat fitrah atas pribadinya, istrinya, dan setiap orang yang wajib menafkahinya.

Zakat menjadi mudhof atau tersandar ke al-Fitr; Karena hal itu lah sebab wajib nya.

Keutamaan zakat fitrah pembeda daripada zakat lain

Zakat fitrah menjadi pembeda dari zakat lainnya dalam hal pewajiban zakat nya atas perorangan dan individu, bukan pada harta.

Dalam arti ia menjadi wajib hukum nya agar mensucikan jiwa orang-orang yang berpuasa, dan bukan mensucikan harta si pemberi,

berbeda dengan zakat harta, syari’at mewajibkannya sebagai alat untuk mensucikan harta.

Zakat fitrah adalah bentuk penyucian bagi orang yang berpuasa dari omong kosong dan kata-kata kotor,

dan untuk menyebarkan kegembiraan di hari raya Idul Fitri kepada semua umat Islam dengan memperkaya yang membutuhkan sehingga tidak ada yang tersisa pada hari Idul Fitri yang kekurangan makanan.

Dan dalam hadits:

أغنوهم عن المسألة في هذا اليوم

“Cukupkan mereka dari meminta-minta pada hari ini.”

Baca juga : Orang Yang Berhak Menerima Zakat Ada Berapa?

Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar?

Berapa takaran wajib untuk zakat fitri? secara umum, yang harus muzakki keluarkan untuk zakat fitrah per orang yang ia tanggung adalah sebanyak 1 sho’. Berapa itu ukurang 1 sho’?

BACA JUGA:  Orang Yang Wajib Membayar Zakat Dinamakan Apa?

Ukuran Zakat Fitrah Yang Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar Berapa?

Jumlah zakat fitrah adalah memberikan untuk setiap kepala satu sha’ kurma, atau kismis, atau satu sha’ gandum, atau jelai, atau beras, atau satu sha’ qat (yaitu susu kering), dan sejenisnya.

Baca juga: Macam-Macam Zakat

Terdiri dari makanan pokok, sesuai dengan keadaan, dan menurut sebagian besar makanan negara,

yaitu: berasal dari makanan yang tersedia di dalam negeri, 

Dan bagi muzakki juga haru melihat keadaan penerima (yaitu: kepada siapa zakat muzakki menunaikannya) harus memperhatikan hal ini.

Berapa itu?

Yaitu adalah satu saa’ dengan kesepakatan kaum Muslim,

dan satu saa’ hampir setara dengan empat genggam orang sekarang yang sama dengan empat mudd, 

Taksirannya berbeda-beda, tetapi perkiraan nya kisaran 2,2 kg hingga 3 kg.

Dalil Untuk Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar Berapa?

Bedasarkan hadits :

عن ابن عمر قال: فرض رسول الله  زكاة الفطر من رمضان، صاعا من تمر أو صاعا من شعير، على العبد الحر والذكر والأنثى والصغير والكبير من المسلمين، وأمر بها أن تؤدى قبل خروج الناس إلى الصلاة

Dari sahabat Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘anhuma, Dia berkata:

“Rasulullah, sallallahu alaihi wa sallam, mewajibkan zakat fitrah setelah  Ramadhan, satu sha’ kurma atau satu sha gandum,

atas hamba yang merdeka, laki-laki dan perempuan, tua dan muda,

dan dia memerintahkan untuk membayarnya sebelum orang-orang keluar untuk sholat ied.”[2]

عن أبي سعيد الخدري قال كنا نخرج صدقة الفطر صاعاً من طعام أو صاعا من شعير أو صاعا من تمر أو صاعا من أقط أو صاعا من زبيب

Dari Abu Sa’id al-Khudri Rodhiyallohu ‘anhu, Dia berkata:

Kami bersedekah satu sha’ makanan, atau satu sha’ gandum, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ keju kering , atau satu sha’ kismis.[3]

Baca juga: Dalil Hukum Wajib Sholat Jum’at

Hukum Membayar Zakat Fitrah Dikeluarkan Oleh Setiap Jiwa Sebesar 1 Sho’ Dengan Nilai nya

Adapun hukum membayarnya secara tunai – yaitu nilai nya dengan uang- kami katakan bahwa para ahli hukum juga berbeda pendapat, menurut dua mazhab pemikiran:

BACA JUGA:  Doa Agar Orang Yang Kita Cintai Merindukan Kita

* Mazhab pertama: boleh mengambil nilai secara mutlak, tunai atau tidak,

Pendapat Imam Abu Hanifah, Sufyan Al-Thawri, Omar bin Abdul Aziz, Al-Hassan Al-Basri dan Abu Yusuf dari sekolah Hanafi.

* Mazhab kedua: bahwa tidak boleh mengeluarkan nilai dalam zakat fitrah, pendapat mayoritas fuqoha’ (Malik, Syafi’i, dan Hanbali),

karena tidak ada nash untuk ini, dan karena nilai ada pada hak-hak orang hanya dengan persetujuan mereka, dan amal fitrah tidak memiliki pemilik tertentu sampai dia puas atau kenyang.

Adapun saya lebih condong kepada mengeluarkan zakat fitrah di kota dengan nilai dan di pedesaan dengan makanan pokok, agar keluar dari khilaf ulama dan menggabungkan dua pendapat.

Akibat Orang Yang Tidak Mau Mengeluarkan Zakat Fitrah Adalah Ini.

Sahabat Abu bakar rodhiyallohu ‘anhu memerangi orang yang mengingkari untuk membayar zakat, lalu bagaimana jika tidak menolak hukum untuk membayar zakat?

Akibat orang yang tidak mau mengeluarkan zakat fitrah karena sengaja adalah

Barang siapa yang tidak menunaikan zakat fitrah dikeluarkan oleh setiap jiwa sebesar 1 sho’ sengaja tidak menunaikannya, maka ia berdosa, dan ia harus bertaubat kepada Allah SWT dan mengqadha;

Hal ini karena hukum zakat fitrah adalah zakat wajib, dan bukti-bukti hukum telah membuktikan perlunya.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, Dia berkata: Nabi, shallallohu ‘walaihi wasallam  biasa mengeluarkan zakat fitrah sebelum sholat ied menuju lapangan.

Dan barang siapa yang tidak membayar zakat dengan sengaja hingga terlewat waktu, maka wajib bagi nya mengqodho’ atau mengganti.

Akibat orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah karena lupa adalah

Barang siapa yang tidak menunaikan zakat fitrah untuk setiap jiwa sebesar 1 sho’ ketika ia lupa, maka ia wajib membayarkannya ketika ia ingat untuk mengqadha,

sebagaimana layaknya memberikannya kepada fakir miskin dan yang membutuhkan, dan ia juga harus bertaubat kepada Allah atas keterlambatan dan kemalasan yang terjadi. di dalamnya.

Akibat orang yang tidak mengeluarkan zakat fitrah karena tidak mampu melakukannya hingga setelah sholat adalah

Jika seorang muslim tidak mampu menunaikan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri yang merupakan kewajiban baginya,

maka zakat fitrah itu tidak akan gugur, dan hukumnya adalah bahwa zakat itu harus membayarkannya bahkan setelah hari raya idul fitri. sholat idul fitri.

 


Referensi :

  1. Hadits riwayat Abu Dawud 1371. An-Nawawi berkata: Abu Dawud meriwayatkan dari riwayat Ibnu Abbas dengan rantai perawi dengan sanad Hasan.
  2. Jami’ li ahkaam zakatil fitr – Perpustakaan Al-Manara Al-Azhar 26/8/2011 M. Arsip 13 Oktober 2016

  3. Tamhid lima fil muwatta’ minal ma’ani wal asanid, oleh Ibn Abd al-Bar, No.: (628) vol.15, hal.127

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda