Kategori
Fiqih Ibadah Zakat

Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Sebarkan Kebaikan!

Konsultasifiqih.xyz – Zakat Hasil Pertanian dan Perkebunan

Zakat hasil bumi adalah salah satu jenis harta yang wajib pada nya zakatnya,

yaitu yang merupakan makanan pokok yang dapat tersimpan, seperti: jelai dan gandum, jika mencapai nisab yaitu lima wasqs, murni tanpa kulit.

Zakat hasil bumi hukum nya adalah wajib atas segala sesuatu yang dapat dimakan seseorang pada masa normal sesuai keinginannya,

dan yang dapat di simpan, seperti jelai, gandum, beras, dan lain-lain.

قال الماوردي«وهو مذهب الشافعي أن الزكاة واجبة فيما زرعه الآدميون قوتا مدخرا، وبه قال الأئمة الأربعة رضوان الله عليهم»

Imam Mawardi mengatakan :

“Dan dalam mazhab syafií adalah bahwa wajib hukum nya zakat pada setiap apa yang bani adam tanam sebagai makanan pokok dan dapat di simpan,

dan pendapat ini juga merupakan pendapat imam empat ridhwanulloh álaihim”[1]

Ibnu qudamah mengatakan dalam syarhul kabir:

ودخل فيه ثمانية عشر صنفا: القطاني السبعة والقمح والسلت والشعير والذرة والدخن والأرز والعلس وذوات الزيوت الأربع الزيتون والسمسم والقرطم وحب الفجل

“Ada delapan belas varietas termasuk di dalamnya (sebagai zakat hasil perkebunan dan biji-bijian): tujuh macam gandum,

qomh, gandum hitam, barley, jagung, millet, beras, varian beras, dan empat minyak sayur, zaitun, wijen, safflower, dan lobak.”[2]

Baca juga: Berapa Persen Mengeluarkan Zakat Mal?

Zakat Hasil Pertanian Di Dalam Ilmu Fiqih Disebut Zakat Hasil Bumi

Nama lain zakat pertanian dan perkebunan adalah zakat hasil bumi, zakat zuru’ wa tsimar,

Zakat pertanian disebut juga dengan zakat buah-buahan dan biji-bijian.

Dan zakat hasil bumi adalah salah satu jenis harta yang wajib pada nya zakatnya,

yaitu apa yang tumbuh dari tanah dari hasil bumi, jika mencapai nisab, yaitu lima wasqs, murni dan tidak ada kulit nya.

Seperti : jelai dan gandum,

Dan menurut mazhab Syafi’i zakat nya ada pada semua makanan pokok yang bisa di simpan,

BACA JUGA:  Mengapa Zakat Fitrah Juga Disebut Dengan Zakat Nafs?

seperti: jelai, gandum, jagung, dan lainnya,

Zakat hasil panen wajib atas segala sesuatu yang seseorang makan dalam kondisi normal,

dan dari apa yang bisa di simpan, seperti barley, gandum, beras dan lain-lain.

Baca juga: Nisab Dan Ukuran Harta Yang Wajib Zakat

Dalil Wajib Zakat Hasil Bumi

Dalil pertama :

 وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

” Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat,

pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya).

Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memanen hasilnya,

tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan,” (QS. Al-An’am: 141)

Dalil kedua :

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.

Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya.

Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Dalil ketiga :

 يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ 

” Alloh menghancurkan riba dan menumbuhkan sedekah (zakat),

dan Alloh tidak mencintai orang-orang kafir lagi berdosa” (QS. Al-Baqarah: 276)

Dalil dari Sunnah

  • ومن السنّة قول النبي :”فيما سقت الأنهار والغيم العشور وفيما سقي بالساقية نصف العشر”(رواه مسلم)

“Apa yang di airi oleh sungai dan hujan maka zakat nya 1/10, dan apa yang di siram dengan alat bantu air makan zakat nya 1/20” (HR. Muslim)

  • قال عليه الصلاة و السلام: (( حصنوا أموالكم بالزكاة …))

” Bentengi harta kalian dengan zakat ”

Baca juga: Cara Menghitung Zakat Perhiasan

Hukum Zakat Hasil Pertanian Dan Perkebunan

Ada beberapa pendapat para fuqoha tentang hasil pertanian yang wajib dikeluarkan zakatnya:

BACA JUGA:  Tata Cara Shalat Lailatul Qadar Dan Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Para ulama berbeda pendapat tentang apa yang harus muzakki keluarkan dari hasil bumi.

  1. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa wajib sedikit atau banyak dari apa yang bumi hasilkan dari semua biji-bijian dan semua buah-buahan dan buah-buahan, seperti pisang, delima dan persik, serta dari sayuran, kacang-kacangan dan bunga.
  2. Adapun 3 imam mazhab lain (Malik, Syafií, Ahmad) mereka berpendapat bahwa wajib zakat hasil bumi pada setiap apa yang bisa ditimbang dan di jadikan makanan pokok

Hal ini menunjukkan bahwa zakat hanya wajib atas apa yang bisa di ukur dan di jadikan makanan pokok, seperti sebelumnya.

Adapun buah-buahan, sayur-sayuran dan polong-polongan tidak ditakar dan tidak dipungut zakatnya.

Pandangan yang lebih kuat adalah pandangan mayoritas para ulama, dan zakat tidak wajib atas buah-buahan atau sayur-sayuran.

Karena sayur-sayuran banyak di Madinah, dan buah-buahan banyak di Taif, dan tidak ada riwayat Nabi Shallollohu álaihi wasallam atau dari para sahabatnya Bahwa ia mengambil zakat dari semua itu.

Jika demikian, maka tidak ada zakat atas pisang yang di tanam di atas tanah,

tetapi zakat wajib pada harganya jika harganya mencapai nisab dengan sendirinya atau dengan menambahkannya ke harta lain atau harta perdangan dan telah lewat satu tahun.

Baca juga: Nisab Wajib Pada Zakat Perak Adalah

Haul Zakat Hasil Pertanian Adalah Berapa?

Haul atau hitungan dalam setahun adalah syarat wajib nya mengeluarkan zakat.

Dan khusus untuk zakat hasil pertanian dan perkebunan tidak ada haul bagi nya.

Apabila hasil pertanian telah mencapai nisab 5 wasq atau setara dengan 750 kg,

Maka seorang petani langsung bisa mengeluarkan zakat nya setelah panen jika hasil panen telah mencapai nishob zakat.

Baca juga: Berikut Yang Bukan Merupakan Harta Yang Wajib Zakat Adalah

Nisab Untuk Hasil Usaha Perkebunan Adalah Seberat Berapa?

Nisab nya adalah lima wasq (satu wasq sama dengan enam puluh sa, dan satu sa’ adalah ukuran kubik dengan panjang 14,6 cm),

atau dalam hitungan kilo 5 wasg adalah setara dengan 750kg.

Dan telah datang hadits shohih:

“Tidak ada zakat kurang dari lima wasq.”

Dan hasil perkebunan yang di anggap zakat nya adalah yang bisa di takar,

BACA JUGA:  Doa Agar Orang Yang Kita Cintai Merindukan Kita

Seperti kurma atau kismis,

dan sebaliknya anggur basah dan kurma ruthob basah, zakat nya dengan memperkirakan kurma dan anggur segar oleh Kharis.

Dan kharis adalah orang yang mahir menebak apa yang ada di pohon dari kurma ruthob untuk kurma tamr, dan dari buah anggur basah untuk kismis,

kemudian menghitung berapa berat nya setelah kurma kering dan anggur kering (kismis).

Ini berarti bahwa nisab harus lima wasq dari kurma kering (tamr) dan kismis, serta hal nya juga biji padi yang sudah bersih dari gabah nya.

Baca juga: Macam-Macam Zakat Yang Wajib

Perhitungan Zakat Pertanian dan Perkebunan

Besarnya zakat hasil panen bervariasi sesuai dengan usaha yang dikeluarkan untuk irigasi, sebagai berikut:

1. Dalam hal pengairan secara cuma-cuma, baik dari air langit atau dengan cara banjir (dan banjir adalah air yang mengalir di tanah karena semburan, atau yang tercurah dari sungai atau mata air),

atau melalui saluran dari sungai, serta apa yang pertanian dan perkebunan minum melalui aliran sungai karena kedekatannya dengan air,

Maka jumlah zakat nya adalah 1/10 atau 10%.

2. Dalam hal irigasi dengan biaya, jumlah zakat adalah setengah persepuluh, yaitu 5%,

Berdasarkan dalil dari sunnah hadits dari Salem bin Abdullah dari ayahnya, semoga Allah meridhoi nya,

Dari Nabi shallallohu álaihi wasallam  mengatakan:

فيما سقت السماء والعيون أو كان عثرياً العشر، وما سقي بالنضح نصف العشر

“Adapun irigasi dari langit dan mata air, atau air deras, jumlah zakat nya adalah 1/10, dan adapun irigasi dengan bantuan maka zakat nya adalah 1/20” [3]

3. Dalam hal irigasi bersama antara kedua jenis (irigasi langit/sungai dan irigasi bantuan), jumlah zakat nya adalah tiga perempat dari sepersepuluh, atau 7,5%.

Baca juga: Orang Yang Berhak Menerima Zakat Siapa Saja?

Catatan:

1. Asal mulanya adalah zakat dibayarkan dari asal hasil panen,

dan sebagian ulama berpendapat bahwa boleh membayar nilainya dengan menghitung nilai zakat hasil panen, kemudian memperkirakan nilainya di pasar dan mengambilnya secara tunai.

2. Boleh menggabung Satu tanaman satu sama lain, meskipun tanah tempat tanaman nya berbeda.

3. Boleh menggabung varietas dari tanaman dan buah-buahan, satu sama lain, dan tidak boleh menggabung kepada jenis lain, misal : padi dengan anggur.

Baca artikel rujukan utama bab zakat mal di sini:

Zakat Mal : Pengertian, Macam, Dalil, dan Hukum nya


  1. الحاوي الكبير
  2. حاشية الدسوقي على الشرح الكبير
  3.  البخاري ج2\كتاب الزكاة – باب 54\1412.

Oleh Abdurrohman Ahmad Mubarok, S.H.

7 Tahun bergelut dalam bidang fiqih semakin menyadari nikmat nya belajar fiqih, dari mengambil faidah hukum dari dalil hingga bagaimana sikap kita ketika ada dalil yang zahir nya bertolak belakang sampai yang rancu.

Semua itu tidak lain untuk mencari mana yang lebih dekat kepada kebenaran tanpa menyalahkan pendapat orang lain yang memiliki pendapat berbeda dengan dalil yang berbeda